oleh

Ulah Pengamen Pantai Tanjungpakis Di Duga Sambil Mabok, Bikin Resah Pedagang Dan Para Pengunjung.

Kobra86/Karawang.

Pantai wisata tanjungpakis kecamatan Pakisjaya kabupaten Karawang. sebuah tempat wisata yang berada di sekitar pemukiman warga bahkan yang lebih familiar lagi, di sebut kampung wisata pantai.

Kendati masih berada dalam masa pandemi COVID-19. keluar masuknya pengunjung ke pantai wisata tanjungpakis. dalam setiap hari nya tetap saja ramai, baik yang berasal dari wilayah kabupaten Karawang maupun luar daerah seperti Kabupaten Bekasi serta Kabupaten Bogor bahkan berasal dari DKI Jakarta, Bandung. sekalipun.

Sering kali kita jumpai dan melihat untuk para pengunjung lokal, yang datang mengendarai sepeda motor, maupun mobil. datang ke pantai wisata tanjungpakis itu hanya ingin menikmati keindahan alam pantai yang terbilang cukup eksotis, dengan bibir pantai nya yang landai dan tidak berlumpur.

Masa liburan di hari libur seperti hari besar lebaran maupun tahun baru, para pengunjung pastinya sering memadati warung-warung pedagang yang berjualan di pinggir bibir pantai.

Rasa nyaman untuk pengunjung maupun pedagang pantai itu sendiri. terkadang sering di bikin pusing, dengan banyaknya ulah pengamen jalanan yang datang. entah berasal dari daerah mana saja asal – usulnya mereka. dengan mengenakan pakaian sobek-sobek serta tidak sedikit bergaya anak “Funk” bahkan kerap tercium aroma bau minuman yang ber alkohol dari mulut mereka.

Melihat hal tersebut, langsung di lakukan penindakan oleh, Rohman (40) Ketua Paguyuban pedagang pantai Tanjungpakis “Bintang utara” bersama Linmas Tanjungpakis. dengan sigap melakukan razia kepada seluruh Pengamen dan langsung di lakukan pemeriksaan satu persatu, hampir lebih dari 30 orang pengamen, baik laki-laki maupun perempuan. pada minggu (18/10/2020).

Menurut Rohman “Dari sekian lama dan banyak nya pengamen jalanan yang datang ke pantai wisata tanjungpakis. dengan maksud serta niat mereka untuk mengais rezeki. kalau saya perhatikan anak-anak tersebut berada di bawah umur semua. dalam pemeriksaan yang kami lakukan pun rata-rata mereka tidak memiliki tanda pengenal seperti KTP maupun Kartu pelajar”. terangnya.

Sambung Rohman katakan “Yang lebih ironisnya lagi, kenapa sampai kami lakukan razia ini kepada anak-anak pengamen. karena sejauh ini sudah terlalu banyak kami mendapatkan laporan, dari warga masyarakat pedagang pantai. terlebih kepada para pengunjung, sering adanya pengamen yang memaksa (memalak) sambil membentak-bentak pengunjung. kuat dugaan mereka itu mungkin karena sudah di pengaruhi oleh minuman yang mengandung alkohol.”jelasnya.

(A. Sumadi).

Komentar

News Feed