oleh

Musyawarah PerDes Mulyasari Berakhir Ricuh

Kobra86/ Karawang,

Dalam upaya menangani wabah virus Corona yang semakin meluas, pemerintah menganjurkan masyarakat untuk menerapkan social distancing atau pembatasan sosial

Social distancing merupakan salah satu langkah pencegahan dan pengendalian infeksi virus Corona dengan menganjurkan orang sehat untuk membatasi kunjungan ke tempat ramai dan kontak langsung dengan orang lain. Kini, istilah social distancing sudah diganti dengan physical distancing oleh pemerintah.

Hal tersebut seperti terabaikan disaat pembacaan Peraturan Desa Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pendapatan Asli Desa Mulyasari Kecamatan Ciampel Kabupaten karawang yang berakhir ricuh antara elemen Masyarakat,Pengusaha dan Pemerintah
Rabu_26-08-2020

Acara berlangsung di aula Desa Mulyasari yang juga dihadiri Ketua Karangtaruna Kabupaten Karawang, Kapolsek Ciampel, Sekcam Ciampel, Kepala Desa Mulyasari dan ratusan masyarakat dari berbagai macam golongan.

H.Zaenuri Al-Fadly .SH.,MH yang turut hadir mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap aparat terkait,

Ketua Umum Barada Bangsa Indonesia tersebut juga menegaskan ada 3 Poin Penting yang memicu terjadinya kericuhan

1.
Pembekuan ketua Karang Taruna tidak berdasarkan aturan yang jelas dan terkesan Kades Mulyasari otoriter serta tidak mengedepankan prosedur yang sebenarnya,

2.
Mempermainkan rekomendasi sehingga terjadi polemik dan terkesan menciptakan konflik antara para pengusaha limbah dan juga warga Desa Mulyasari,

3.
Pembuatan Perdes yang terkesan asal-asalan tidak mengikuti prosedur yang sepatutnya serta tidak mendengarkan aspirasi warga dan para tokoh setempat baik Pemuda, Alim ulama dan tokoh masyarakat sehingga Perdes mendapat penolakan warga ,

Tepatnya perdes terkesan titipan pengusaha dan tidak aspiratip “Ucap H.Zaenuri

Dengan semua kejadian tersebut masyarakat akan melakukan penolakan kalau perlu tindakan hukum untuk meberi efek jera sehingga seorang kepala desa tidak bisa semaunya sendiri dalam menjalankan TUPOKSI sebagai kepala desa “tutup H.Zaenuri.

Komentar

News Feed