oleh

Masalah Pandemi Dapat Diatasi Oleh KPU Karawang Dengan Mengutamakan Prokes Disetiap TPS

Kobra86 / Karawang

Hari ini 9 Desember 2020 proses pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang diikuti oleh Karawang sudah selesai, tinggal menunggu hasil dari penghitungan dimasing – masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar diseluruh Kabupaten Karawang dengan jumlah 4.451 TPS, 30 kecamatan dan 309 Desa/Kelurahan.

Seperti yang sudah dipersiapkan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara sudah sangat prioritas mengantisipasi dampak dari Pandemi Covid – 19 atau Wabah Virus Corona. Selain persiapan logistik inti untuk menunjang terlaksananya, proses pemungutan suara. KPU juga melakukan antispasi melalui Protokol Kesehatan (Prokes).

Pemerhati politik dan pemerintahan, Andri Kurniawan yang sejak awal dimulainya kembali tahapan Pilkada setelah tertunda dan harus dilakukan pembahasan ulang antara Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), sudah mewanti – wanti serta mendesak pihak penyelenggara untuk mengutamakan kesehatan masyarakat dengan Prokes Covid.

Setelah melihat proses pelaksanaan pemungutan suara, Andri kembali mengemukakan pendapatnya kepada beberapa kalangan awak media. Dikatakannya, “Kinerja KPU Karawang selaku penyelenggara sudah sangat maksimal dalam mengantisipasi dampak pandemi. Saya sudah keliling ke beberapa Kecamatan dan Desa, dari beberapa sample TPS yang terlihat, sudah benar – benar sangat ketat Prokesnya,”

“Ya kita patut acungi jempol upaya KPU Karawang atas kinerjanya. Artinya, uang puluhan sampai ratusan miliar yang digelontorkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak sia – sia,” Ujarnya.

“Semoga saja, pasca hari ini dan seterusnya, tidak ada dampak kesehatan sama sekali bagi masyarakat atau petugas pemungutan suara yang tersebar di 4.451 TPS. Karena memang antisipasi terhadap petugas pun sudah sangat maksimal. Ketika jauh – jauh hari saya mendesak agar dilakukan Rapid Test terhadap petugas, dan alhamdulillah akhirnya dapat terealisasi. Adanya Rapid Test agar terdeteksi reaktif atau tidak reaktifnya ke 40.059 kondisi kesehatan petugas,” Jelas Andri.

Baca Juga  Jaja Kades Incumbent Kutaraharja Angkat Bicara Terkait Izazah Palsu

“Bila dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 lalu banyak sekali dampak kesehatan, bahkan sampai banyak petugas yang meninggal dunia. Kita berharap, di Pilkada sekarang tidak terjadi hal demikian. Kalau sama sekali tidak ada dampak kesehatan meski sedang dalam masa pandemi, tentu ini menjadi prestasi bagi KPU Karawang,” Terangnya.

“Tinggal kita lihat nanti soal tingkat partisipasi. Karena dalam situasi Pandemi seperti sekarang, kalau tingkat partisipasi mencapai 60 persen pun sudah bagus. Sebab, pada Pilkada Karawang Tahun 2015 saja dalam situasi normal, tingkat partisipasi hanya 68 persen,” Ulas Andri.

“Tapi setelah saya perhatikan, upaya sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pun sudah sangat optimal dilakukan oleh KPU Karawang. Semoga saja tetap tinggi suara yang masuk. Jika disetiap TPS terlihat sepi, memang itu merupakan bagian dari strategi, karena jumlah TPS untuk Pilkada sekarang diperbanyak, untuk mencegah terjadinya kerumunan,” Pungkasnya.

 

Agustian / Red•

Komentar

News Feed