oleh

KNKT : Pengusaha Transportasi Hanya Korban Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Kobra86 / Nasional

Achmad Wildan,Investigator senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),

Mengungkapkan angkutan logistik milik badan usaha milik negara (BUMN) menempati peringkat atas pelanggar aturan over dimension and over load (ODOL).

Wildan menilai pengusaha transportasi hanyalah korban karena dipaksa mengangkut logistik BUMN dengan melanggar kapasitas.

“Karena truk mereka seperti Bulog (beras, gula, sembako),Krakatau Steel (baja), Waskita Karya, Adhi Karya, PP (Pembangunan Perumahan), dan masih banyak lagi, mereka yang saat ini memuncaki top score menggunakan kendaraan ODOL,” terang Achmad Wildan, (19/10/2020)

Semua perhitungan bisnis BUMN itu berdasarkan pada kondisi muatan Overloading (minimal 30 ton).

“Para transporter hanyalah korban, mereka dipaksa untuk mengangkut dengan kondisi seperti itu” Ucap Wildan

Jika ditanya apakah KNKT setuju ODOL dihilangkan? Jawabannya sangat setuju,” tegas Wildan.

Wildan menambahkan, KNKT akan sangat setuju lagi kalau cara menghilangkannya lebih sistematis dan terstruktur tidak dengan razia seperti sekarang ini.

“Saya takut energi kita habis, karena masalah transport kita banyak, jangan sampai itu semua terlewatkan,”ucap Wildan

Akan lebih indah lagi jika Kementerian Perhubungan bisa mengundang rapat Kementerian BUMN dan meminta agar semua BUMN dan BUMD dalam menyelenggarakan proses bisnisnya menggunakan syarat bebas ODOL.

“Kalau mereka bersedia, saya hormat dan salut,” Tutup Wildan.

 

Agustian/Red•

Komentar

News Feed