oleh

Hasil Survei, Quick Count Dan Real Count PKS Beda 1% Dengan Hasil Final KPU

Kobra86 / Karawang

Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020 sudah memasuki babak final. Setelah sebelumnya tanggal 9 Desember lalu telah selesai dilaksanakannya pemungutan suara di 4.451 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar diseluruh Kecamatan, Desa dan Kelurahan di Karawang.

Selasa, 15 Desember 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang menggelar rapat pleno terbuka yang berlokasi disalah satu hotel Karawang. Rapat pleno terbuka tersebut dapat diselesaikan dalam waktu satu hari semalam.

Sementara itu, untuk hasil rekapitulasi dari 30 Kecamatan. Data jumlah surat suara yang diterima, termasuk surat suara cadangan (sama dengan hasil penjumlahan III 2) sebanyak 1 686.765. Untuk jumlah surat suara yang dikembalikan oleh pemilih, karena rusak/keliru coblos, sebanyak 694. Jumlah surat suara yang tidak digunakan/tidak terpakai, termasuk sisa surat suara cadangan, sebanyak 526.409 dan untuk jumlah suara yang digunakan, sebanyak 1.159.662.

Kemudian data perolehan suara Pasangan Calon (Paslon). Untuk Paslon nomor urut 1, sebanyak 129.547 (11,5%), Paslon nomor urut 2, sebanyak 678.871 (60,1%), dan Paslon nomor urut 3, sebanyak 322.046 (28,5%). Jumlah suara sah 1 130.464, jumlah suara tidak sah 29.198 dan jumlah suara sah dan tidak sah (IV.B + IV.C) 1.159.662.

Hal menarik yang menjadi perhatian kalangan awak media adalah hasil akhir pleno KPU dengan hasil survei, quick count dan real count Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai salah satu Partai Politik (Parpol) pengusung Paslon nomor urut 2 margin of errornya hanya kurang dari 1%.

Dilokasi pleno, saksi sekaligus LO PKS, Wahyu Heriyanto, SE.MM kepada awak media mengatakan, “Margin of error internal PKS, baik survei, quick count dan real count kami dengan hasil final KPU tidak sampai 1%. Karena Waktu itu, tanggal 9 Desember, pukul 23 : 50 WIB, aplikasi hitung PKS sudah 100% menghitung suara dari seluruh TPS, sementara KPU baru 30%,” Katanya.

Baca Juga  Diduga Ada Bangunan Tak Berizin Dilahan PT KAI Karawang, Sundawani Karawang Lakukan Audiensi Dengan Dinas PUPR

“Secara rincinya, waktu itu sudah kami rekap dengan rapih. Quick qount PKS pukul 16 : 54 WIB, Paslon nomor urut 1 sebesar 10,6%, Paslon nomor urut 2 sebesar 59,0% dan Paslon nomor urut 3 sebesar 30,4%. Selanjutnya, untuk real count PKS pada pukul 23 : 59 WIB. Paslon nomor 1 sebanyak 130.200 (11,4%), Paslon 2 sebanyak 683.635 (60,0%), dan Paslon 3 sebanyak 324.837 (28,5%). Artinya, dari data yang kami miliki dengan hasil akhir melalui pleno KPU, margin of errornya kurang dari 1%,” Jelas Wahyu.

“Ya alhamdulillah, hasilnya sangat memuaskan. Dari mulai survei, quick count sampai real count PKS dengan hasil final KPU hanya berbeda tipis. Karena memang jargon saksi dan tim IT PKS adalah Cepat, Akurat, Tuntas, Berkualitas. Jargon tersebut efektif digunakan pada Pilkada Karawang Tahun ini,” Ungkapnya.

Diwaktu berbeda, pemerhati politik dan pemerintahan, Andri Kurniawan ketika diminta pendapatnya perihal ketepatan hasil survei, quick count dan real count PKS, mengungkapkan, “Kan dari tanggal 8 Desember lalu, saya sudah membuat postingan status diakun Facebook pribadi saya. Bahwa Bicara militansi, loyalitas dan ketelitian data. Paslon Nomor Urut 2 untuk urusan saksi TPS, PPS dan PPK diuntungkan dengan adanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam kontestasi Pemilu apa pun PKS jagonya urusan ini. Jadi, tidak perlu lagi ada back up atau monitoring lainnya lagi,” Ujar Andri.

“Dan terbukti juga kan prediksi saya, karena memang dalam beberapa kali Pemilu, PKS sudah dapat membuktikan hal ini. Kader – kader PKS merupakan kader yang memiliki militansi tinggi. Jadi, tidak salah kalau memiliki jargon Cepat, Akurat, Tuntas, Berkualitas. Ya memang faktanya begitu,” Pungkasnya.

 

Agustian / Red•

Komentar

News Feed