oleh

Bahaya Virus Corona Kembali Mengancam, ASKUN : Minta Gubernur Jabar Segera Terapkan PSBB”

[pl_row]
[pl_col col=12]
[pl_text]
www.Kobra86.id

Pandemik Covid – 19 atau Virus Corona di Indonesia setelah dinyatakan berangsur menurun penyebarannya, akhir – akhir ini fakta dilapangan membuktikan bahwa virus mematikan tersebut penyebarannya mulai kembali mengkhawatirkan. Bukan hanya di DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara. Jawa Barat (Jabar) pun sebagai Provinsi yang paling dekat dengan DKI juga tidak lepas dari penyebaran Covid – 19, yang paling mengkhawatirkan adalah Kabupaten Karawang, dalam satu hari sampai ada 25 orang yang terkonfirmasi positif terpapar Virus Corona.

Pemerhati politik dan kebijakan pemerintahan, H. Asep Agustian, SH. MH, mengatakan. “Covid – 19 ini jangan dianggap enteng dan sepele, karena untuk mengantisipasinya, tidak cukup untuk menerapkan protokol kesehatan saja. Karena jenis virus ini tidak hanya menular melalui interaksi antar manusia dan cukup diantisipasi dengan menggunakan masker saja. Melainkan melalui benda mati dan udara, ketika ada kerumunan orang, potensi penyebarannya sangat tinggi.”,

“Karawang saja sampai hari ini, yang terkonfirmasi terpapar sudah mencapai angka 486 orang. Angka tersebut sifatnya baru sementara yang telah dipastikan melalui metode test medis, itu belum termasuk orang – orang yang sempat berinteraksi dengan ke 486 orang yang sudah dipastikan positif tersebut. Kalau ditracking, bisa jadi jumlahnya terus bertambah?”, Katanya.

“Apa kah pak Gubernur Jabar mau membiarkan begitu saja, tanpa melakukan upaya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali? Sebab, jika dilihat kondisi sekarang ini, sudah seharusnya melaksanakan PSBB lagi.”, Desak Asep.

“Kalau para pemimpin tinggi dan tertinggi membiarkan, ini bisa membahayakan keselamatan masyarakat secara menyeluruh. Pasalnya, melihat kenyataan yang terjadi di Karawang saat ini sangat mengerikan.”, Terangnya.

Baca Juga  Seorang Wanita Muda Tewas Terlindas Truk Kontainer di Rengasdengklok

“Kalau hanya sebatas pengetatan dengan cara menghimbau serta membagikan masker sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan, justru semakin beresiko tinggi, resiko bagi masyarakat dan petugasnya sendiri.”, Tandas Asep.

Lebih lanjut, laki – laki yang berprofesi sebagai advokat ini menjelaskan. “Ya sekarang bagaimana tidak beresiko, petugas keliling pasar dan petugas medis disetiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pun membagikan masker dijalanan. Apa kah itu tidak beresiko? Adanya interaksi dan berkerumun antar petugas dengan masyarakat.”,

“Sudah lah, sebaiknya Pemerintah ambil langkah yang tepat. Agar dapat menuntaskan permasalahannya. Kasihan juga tenaga medis, mereka sudah sangat lelah dengan terus bertambahnya pasien Covid – 19. Selama ini korban yang terpapar dari kalangan tenaga medis juga tidak sedikit.”, Ungkapnya.

“Jangan beralasan di Jabar ada beberapa daerah yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Justru pertimbangannya, ketika virus membahayakan ini mulai kembali gawat, proses Pilkada bisa menjadi klaster penyebaran, karena Pilkada ini melibatkan seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih. Untuk Karawang sendiri jumlahnya tidak sedikit, yaitu lebih kurang 1,6 juta jiwa pemilih.”, Urai Asep.

“Dalam hal ini memang dibutuhkan kepekaan para petinggi daerah. Kita ambil contoh Gubernur DKI Jakarta, begitu tahu kondisi mulai gawat kembi, tanpa berpikir kepentingan – kepentingan lain, beliau lebih prioritas pada keselamatan rakyatnya. Langsung memberlakukan PSBB kembali.”, Tuturnya.

“Apa kah Gubernur Jabar tidak bisa tegas seperti Gubernur DKI? Sementara jarak DKI dengan Jabar, khususnya Karawang sangat dekat sekali. Buktinya klaster penyebaran yang terjadi dikawasan industri, banyak orang dari luar Karawang yang terpapar.”,tutup Askun.

Red/Putra
[/pl_text]
[/pl_col]
[/pl_row]

Komentar

News Feed